32.3 C
Jakarta
Saturday, May 23, 2020

Lakukan 3 cara ini untuk meningkatkan kemampuan mengambil keputusan

Related article

mastaqihttps://chptr.id
Just an ordinary people that love to try a new experiences, writing a blog posts, reading a books, traveling and photography. you can see my street photography portfolio at my Instagram: @id.streetphoto *Semua artikel yang saya tulis di blog ini adalah pendapat, asumsi dan pemahaman pribadi saya dan tidak terikat pada lembaga apapun.

Untuk mengambil keputusan yang baik, kita harus bisa merasakan 2 hal ini: bagaimana pilihan yang berbeda akan menghasilkan outcome yang berbeda, dan seberapa kuat keingingan untuk mendapatkan hasil tersebut. Dengan kata lain, pengambilan keputusan memerlukan prediksi dan penilaian.

But how do you get better at either? Berikut ini 3 rule yang bisa meningkatkan kemampuan memprediksi hasil dari sebuah pilihan dan menilai seberapa jauh sebuah hasil ini diiginkan.

Rule #1: Jadilah kurang percaya diri

Overconfidence terhadap sebuah permasalahan terkadang bisa membuat kita salah dalam melihat permasalahan. Akan ada kecenderungan untuk condong ke salah satu yang dianggap paling baik dan mengesampingkan yang lainnya. Overconfidence menjadi satu hal pertama yang harus dihindari, kecuali kamu punya tongkat sihir ^__^.

Overconfidence bukanlah sebuah fenomena baru, sudah biasa terjadi diantara kita, orang kaya, bahkan expertize. Seringkali permasalahan terlihat setelah keputusan dibuat, membuat menyesal kemudian. Akan sangat bagus jika kamu lebih confidence dengan step by step proses pengambilan keputusan dibandingkan dengan yang biasa kamu lakukan.

Jadi, rule pertama pengambilan keputusan adalah menjadi kurang yakin tentang semuanya. Apakah pilihan A akan menghasilkan B ? ini kemungkinan bertentangan dengan keyakinan mu. Apakah pilihan B akan menghasilkan C? Kamu mungkin terlalu yakin dengan itu.

Sekali kamu bisa menerima bahwa kamu terlalu overconfidence, kamu akan melihat kembali logika yang digunakan untuk mengambil keputusan. Apa lagi ketika kurang yakin dengan A akan menghasilkan B, atau B lebih condong mengasilkan C? Siap-siap untuk mendapatkan hasil yang sangat berbeda dari yang di ekspektasikan.

Jangan khawatir, level confidence bisa diluruskan dengan terus berlatih. Try out quizzes seperti this one or this one. Kamu akan menyadari Kamu akan menyadari bahwa tidak mungkin untuk selalu benar, tapi sangat mungkin untuk selalu tidak percaya diri / less confidence.

Rule #2: Tanyakan “Seberapa sering hal itu biasanya terjadi?”

Secara umum dalam riset yang pernah dilakukan, awal yang bagus untuk memprediksi adalah menanyakan “seberapa sering hal itu biasanya terjadi?” Jika kamu mempertimbangkan untuk mendanai sebuah startup, kamu bisa tanyakan: berapa persentase kegagalan startup? atau berapa persentase keberhasilannya?

Jika perusahaanmu akan melakukan akuisisi, bisa dimulai dengan menanyakan seberapa sering akuisisi akan meningkatkan nilai acquirer nya. Atau tanyakan lebih jauh apa tujuan akuisisi dilakukan.

Rule ini dikenal juga dengan base rate / nilai dasar, banyak muncul dalam penelitian tentang prediksi, mungkin bisa bermanfaat untuk sisi penilaian pengambilan keputusan juga. Jika kamu berpikir hasil B lebih disukai daripada hasil C, kamu mungkin bertanya: Seberapa sering secara historis terjadi? Misalnya, jika kamu berpikir untuk memulai mendirikan perusahaan, dan kamu akan mempertimbangkan kemungkinan menghabiskan bertahun-tahun untuk perusahaan yang akan gagal bertahan dibandingkan jika bertahan diperusahaan tempat kerja sekarang.. Kamu juga mungkin bertanya: Seberapa sering pengusaha yang gagal akhirnya berharap masih bertahan dipekerjaan sebelumnya?

Intinya, baik prediction dan judgement adalah untuk membawa kita jauh-jauh dari pendapat dari dalam diri kita sendiri (inside view), dimana beberapa penilaian pribadi bisa mempengaruhi analisa. Sebagai gantinya, coba gunakan “outside view”, dimana kamu bisa mulai dengan beberapa kasus yang serupa sebelum mempertimbangkan secara spesifik pemikiran pribadi.

Rule #3: Berpikir probabilistik, dan belajar beberapa probabilitas sederhana.

Berbeda dari dua rule awal yang bisa langsung diimplementasikan, rule ke-3 ini butuh beberapa waktu untuk mempelajarinya, tapi sangat sepadan dengan effort yang kamu lakukan. Beberapa riset memperlihatkan, bahkan mempelajari probabilitas dasar bisa membuat orang lebih baik dalam memprediksi dan membatu mereka menghindari kognitif yang bias.

Jika kamu masih kurang yakin dengan probabilitas, tidak ada investment yang lebih baik dibandingkan dengan meluangkan waktu 30 menit hingga satu jam untuk mempelajarinya. You can start with Khan Academy’s introduction on coin flipping. 

Meningkatkan kemampuan berpikir probabilitas akan membantu melakukan rule pertama dan kedua. 2 rule diatas akan sangat membantu jika diikuti dengan berlatih secara terus menerus.

Semoga bermanfaat.

Sumber: HBR, Khan Academy, mckinsey.com

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Mengapa Feedback penting?

Feedback bisa menjadi pedang dengan dua sisi tajam, jika kita menanggapi feedback secara positif maka kita bisa memanfaatkan feedback untuk menjadi lebih...

The 5 am Club summary – Own your mornings and you’ll master your life

The 5 am Club summary - Winning starts at your beginning. And your first hours are where the great heroes are made....

Gresik Street Photography – Penggerak ekonomi masyarakat pesisir

Gresik Street Photography. Suatu tempat dimana terdapat aktifitas penggerak perekonomian masyarakat menjadi tempat yang asyik untuk street photography. Kota Gresik yang berada...

Street Photography Jakarta in the morning, is it safe?

Street Photography. Sudah hampir satu bulan lamanya pemerintah meminta semua perusahaan memberlakukan Work From Home. Wal hasil beberapa minggu ini selalu di...

Cerita Philip Knight dan Sepatu NIKE

Siapa yang tidak tahu brand NIKE sekarang ini, hanya dengan logo centang nya kita sudah tahu sepatu atau apparel itu adalah keluaran...