28.5 C
Jakarta
Tuesday, May 19, 2020

Cerita Philip Knight dan Sepatu NIKE

Related article

mastaqihttps://chptr.id
Just an ordinary people that love to try a new experiences, writing a blog posts, reading a books, traveling and photography. you can see my street photography portfolio at my Instagram: @id.streetphoto *Semua artikel yang saya tulis di blog ini adalah pendapat, asumsi dan pemahaman pribadi saya dan tidak terikat pada lembaga apapun.

Siapa yang tidak tahu brand NIKE sekarang ini, hanya dengan logo centang nya kita sudah tahu sepatu atau apparel itu adalah keluaran merek NIKE. Perjalanan panjang dan peran sang owner mewarnai sehingga NIKE menjadi seperti sekarang ini. Yaitu Philip Knight, owner yang menjadikan NIKE menjadi top brand seperti sekarang. Siapakah Philip Knight?

Seperti diceritakan di buku Shoe Dog (baca bukunya jika tertarik mengikuti kisahnya) dan dikutip dari buku ScaleUP, Philip Knight adalah seorang pelari amatir di kampungnya. Sebagai pelari, sepatu menjadi hal yang sangat krusial.

Philip Knight – NIKE

Selama bertahun-tahun, dia terus mencari sepatu apa yang paling ringan, tahan lama, dan paling enak untuk dipakai lari. Sampai lah kemudian dia mendengar kabar bahwa di Jepang ada yang membuat produk sepatu dengan sangat baik, ringan, dan pengerjaannya perfect.

Singkat cerita, saat lulus kuliah sebelum sibuk mencari kerja, dia memutuskan untuk travelling ke berbagai negara, salah satu tujuan utamanya adalah Jepang.

Dia kemudian mengajak pelatihnya Bill Bowerman untuk membuat bisnis sepatu dengan pembagian 51% : 49%. Dia membeli sampel product jepang itu, dan akhirnya mengimportnya ke Amerika. Merek sepatu tersebut adalah Onitsuka Tiger.

Phil Knight tahu, pelatih nya ini sering memotong-motong dan menjahit ulang sepatu anak didiknya karena merasa sepatu mereka kurang ideal untuk dipakai lari.

Dengan profesi yang sangat bergantung pada sepatu lari, sebagai pengguna kelas berat, dia tahu persis sepatu lari harusnya seperti apa. Phil juga tahu bahwa penggemar lari sangat “mengidolakan dan suka meniru” para juara. Dari situ pula Phil menemukan satu jurus promosi yang diulang-ulang terus dilakukan sampai puluhan tahun kedepan, yaitu dengan endorsement para juara. Mulai dari juara lokal, nasional dan dunia diminta untuk memakai produknya.

Setelah jalan beberapa tahun, Phil dan pelatihnya terus mengajukan usulan-usulan perbaikan desain kepada produsen dan penjualan sepatu tersebut terus menanjak, sampai akhirnya melakukan re-branding dan tidak lagi mengimport produk Onitsuka. Mereka membuat produk sendiri, sekarang kita mengenal sepatu tersebut dengan merk NIKE.

Kisah lengkap Philip Knight dengan NIKE nya bisa dibaca di buku Shoe Dog. Atau baca ringkasannya di beberapa apps di android atau via web seperti Blinkist.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Mengapa Feedback penting?

Feedback bisa menjadi pedang dengan dua sisi tajam, jika kita menanggapi feedback secara positif maka kita bisa memanfaatkan feedback untuk menjadi lebih...

The 5 am Club summary – Own your mornings and you’ll master your life

The 5 am Club summary - Winning starts at your beginning. And your first hours are where the great heroes are made....

Gresik Street Photography – Penggerak ekonomi masyarakat pesisir

Gresik Street Photography. Suatu tempat dimana terdapat aktifitas penggerak perekonomian masyarakat menjadi tempat yang asyik untuk street photography. Kota Gresik yang berada...

Street Photography Jakarta in the morning, is it safe?

Street Photography. Sudah hampir satu bulan lamanya pemerintah meminta semua perusahaan memberlakukan Work From Home. Wal hasil beberapa minggu ini selalu di...

Cerita Philip Knight dan Sepatu NIKE

Siapa yang tidak tahu brand NIKE sekarang ini, hanya dengan logo centang nya kita sudah tahu sepatu atau apparel itu adalah keluaran...