9 Tipe Brand Identity dan hubungannya dengan Budaya Perusahaan

Ada 9 tipe brand identity sebuah perusahaan / organisasi, setiap tipe dibedakan oleh dua karakteristik utama, yaitu: Point of reference (bagaimana kita ingin customer memahami brand identity kita), dan Tone and Manner (bagaimana kita mengekspresikan brand identity di luar atau apa anggapan external tentang perusahaan). Jika sebuah perusahaan menyelaraskan dan mengintegrasikan antara budaya perusahaan dengan brand identity nya, maka seluruh komponen perusahaan termasuk karyawan akan bertindak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh brand.

Dalam tabel yang saya dapatkan dari Harvard Business Review dibawah ini, dijelaskan macam-macam brand dan mengapa dikategorikan menjadi tipe tersebut.

9 type of brand identity - company brand
9 type of company brand. HBR.org

Lalu apa hubungannya antara brand identity dengan organizational value?

Once you know the type of your brand identity atau minimal sudah tahu mau memposisikan brand identity seperti apa, langkah selanjutnya adalah menyelaraskan antara external brand dengan internal culture. Yaitu jika kamu ingin memposisikan diri dengan tipe brand tertentu, maka culture seperti apa yang harus di deliver oleh internal perusahaan / organisasi?

Tipe brand identity yang berbeda bisa dicapai dengan tip culture yang berbeda juga, tidak bisa disamakan. Sebagai contoh: jika kamu ingin memposisikan brand sebagai tipe disruptive, maka kamu harus menumbuhkan budaya risk-taking, sehingga setiap orang didalam perusahaan akan cenderung untuk bertindak berani dan mendobrak pasar.

Berikut ini the top organizational value by brand type:

Disruptive brand: Competition, standing out, and risk taking.

Consious brand: Purposefulness, high commitment, and transparancy.

Service brand: Caring, humility, and emphaty.

Innovative brand: Inventiveness, experimentation, and continuous improvement.

Value brand: Accessibility, fairness, and pragmatism.

Performance brand: Achievement, excellence, and consistency.

Luxury brand: Sophistication, distinction, and status.

Style brand: Design, discernment, and creativity.

Experience brand: Entertainment, enjoyment, and originality.

Untuk mengimplementasikannya, kamu bisa coba organizational value diatas sebagai starting point untuk menentukan unique core value mu sendiri.

Your company culture needs to be as distinc as your brand identity. You can achieve this whether your culture is friendly or competitive, nurturing or analytical.

Satu yang perlu diingat adalah tidak ada satupun budaya perusahaan didunia ini yang paling benar, sama seperti tidak ada satupun tipe brand yang paling bagus.

baca juga artike yang lain: https://chptr.id/category/business/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like